Karena Menulis adalah Menyiapkan Diri untuk Abadi

Sebenarnya kamu adalah penulis. Ya, tanpa sadar membaca dan menulis menjadi bagian tak terpisahkan dari keseharianmu. Bukankah kamu selalu menyempatkan diri update status entah di facebook, twitter, path maupun instagram?

Menulis adalah suatu cara untuk bicara, suatu cara untuk berkata, suatu cara untuk bisa menyentuh hati orang lain yang entah ada dimana. Dunia tulis menulis merupakan ruang tak berbatas, jadi kamu boleh menulis apa saja. Kamu bisa menulis buah pikiran, jurnal, catatan perjalanan, maupun sekedar corat-coret ringan mengenai hari-harimu.

Menulis itu bekerja untuk keabadian,

qq3mw

dengan menulis maka seseorang akan terus ada sekalipun raganya telah tiada. Ia senantiasa hidup berkat karya-karyanya. Kamu yang pecinta novel tentu tak asing lagi dengan J.K. Rowling. Kamu yang selalu dahaga motivasi tentu kenal dengan Ippho Santosa. Kamu yang hobi travelling tentu kenal dong dengan Agustinus Wibowo. Dan kamu yang muslim pasti tahu buku hadist Shahih Bukhari karya Imam Bukhari.

Sadar atau tidak, menulis sejatinya merupakan bentuk usaha untuk membuat hidupmu abadi, menjadikan usiamu lebih panjang dari umur yang sesungguhnya. Jadi setiap kamu menyelesaikan satu tulisan, bisa dibilang itu berarti kamu baru saja memanjangkan umur.

Berhasil menyelasaikan satu tulisan akan memberimu semangat untuk tumbuh.

Edited_boy_writing

Jika kamu berhasil membuat satu tulisan, kamu akan menemukan bahwa dirimu ternyata mampu melakukan sesuatu. Membuahkan karya nyata yang bermanfaat untuk orang lain. Membuatmu sadar bahwa kamu nyatanya adalah seorang manusia yang berharga. Menulis merupakan salah satu cara untuk mengenal diri sendiri jauh lebih baik sekaligus pengingat, bahwa ternyata kamu mampu menginspirasi kehidupan orang lain dari hal-hal sederhana yang hadir dalam keseharianmu.

Dan Pastinya, menulis itu bisa memancing kreativitas. Nice!

Ide-Menulis

Iya benar, karena ketika menulis, kamu sejatinya sedang membenamkan diri dalam proses kreatif. Dengan cepat kamu akan menemukan pemecahan dari masalah yang sedang kamu hadapi. Ketika menulis, kamu diberi kesempatan untuk berkomunikasi dengan hati dan pikiran tanpa adan penghalang. Kamu saling bertanya-jawab dengan diri sendiri. Jadi, menulis memungkinkanmu untuk mendengar suara-suara dari hati dan pikiran yang paling dalam.

Di sisi lain, menulis bukan hanya soal kreatifitas. Ia juga pengukur ambisi, seberapa jauh kamu sekarang dari mimpi.

NYC-Writing

Tuliskan strategi-strategi yang akan kamu lakukan demi menggapai mimpi. Karena strategi cemerlang yang terlintas dalam benak memang cepat menguapnya bila tidak kita tulis. Kalau kamu pernah menulis jurnal, suatu saat tulisanmu itu bisa mengingatkan akan suatu hal yang harus kamu capai. Membuatmu lebih bersemangat untuk beraktifitas di hari tersebut. Kamu pun bisa mengetahui sudah sejauh apa sebenarnya kamu bertindak dan sedekat apa dengan kata sukses.

Dalam tulisanmu berupa jurnal atau buku harian, kertas-kertas adalah kaca. Membaca lembar-lembarnya adalah melihat cerminan dirimu yang sebenarnya.

 ??????????????????????????????????

Ketika kamu membaca kembali tulisanmu, kamu akan menemukan bahwa dirimu telah sangat berkembang dari dirimu yang dahulu. Kenangan pertama kali masuk sekolah, pertama kali jatuh cinta, maupun pertama kali kamu menjajal menaiki salah satu gunung di indonesia. Kamu menjadi tahu siapa dirimu yang dahulu, siapa dirimu yang sekarang. Siapa dirimu yang sebenarnya.

 “Pada saat itu, kertas-kertas mati didepanmu seakan berubah menjadi cermin yang berbicara.”

Membaca kembali jurnal atau buku harian yang pernah kamu tulis, adalah pengingat bahwa masalah akan usai pada waktunya.

alone23-1-750x593

Ketakutan bahwa masalahmu akan berlangsung selamanya dalam hidup ternyata hanya ada di kepalamu saja. Menulis jurnal atau buku harian membuatmu tahu nantinya bahwa segala masalah selalu ada akhirnya layaknya sinetron. Kamu pun sadar bahwa tak ada masalah yang bertahan selamanya. Karena memang seringkali, waktulah yang menyelesaikan masalah. Belajar dari pengalaman yang lalu, kamu bangkit untuk bisa lebih tegar menghadapi dunia. Menulis jurnal akan membuatmu lebih menyukai diri sendiri, mencintai diri sendiri, dan membuatmu merasa berharga.

Jadi, angkat penamu! mulailah menulis.

5-Ways-to-Create-an-InfoProduct-Even-If-You’re-Not-a-Writer-850x425

Kamu mulai menulis bukan karena kamu bisa. Melainkan kamu bisa karena kamu mulai menulis. Semakin lama, kamu akan semakin terlatih. Tulisanmu semakin tajam mengena. Kamu akan semakin cerdas memilih angle, cerdas memilih kata, cerdas pula melibatkan emosi para pembaca dalam tulisanmu, sehingga pembaca bisa tertawa, terharu, sedih, atau marah.

Dan jika kamu sudah bisa menelurkan karya tulisan secara konsisten, logikamu dalam bertutur kata pun semakin membaik. Selamanya di dunia ini, tidak akan pernah ada penulis yang sempurna. Namun, setiap penulis bisa menyempurnakan karyanya dengan menjadi penulis yang lebih baik lagi.

Sebagai penulis, membaca adalah awal yang baik untuk segalanya.

04-man-reading-book-in-bed

Dengan membaca kamu akan tahu bagaimana mekanisme penulisan yang baik, dan gaya seperti apa yang cocok buatmu. Membaca juga bisa membuahkan pandangan atau inspirasi baru untuk tulisanmu. Karena memang, membaca adalah amunisi yang baik untuk menulis.

Kalau kamu jarang membaca, kamu gak bakal tahu tulisan seperti apa yang bakal hits dan mengena di hati pembaca. Semakin banyak kamu membaca, semakin kaya pula ide dan wawasanmu. walhasil ketika kamu menulis kamu tak perlu bingung, stuck maupun takut kekurangan bahan untuk dibagikan melalui tulisan.

Tulis saja!

random_-_004

Waktu kamu udah berhadapan dengan kertas atau layar kosong dan kamu gak tau mau nulis apa, jangan tergoda untuk melakukan hal-hal yang bisa memecah konsentrasimu –seperti mengecek notifikasi facebook, scrolling twitter, path maupun instagram. Atau kamu malah ngerebus mie instan. Jangan. Haram. Tetap gerakkan jarimu dan mulailah menulis apapun yang terlintas di kepalamu.

Ketika kamu sudah memulai, proses yang berikutnya bakal menjadi lebih gampang. Biarkan saja segala ide mengalir. Banyak orang tak menulis lantaran takut. Takut membosankan, stuck, kekurangan ide maupun inspirasi. Tulis saja tanpa berharap jadi sempurna. Semua bisa diperbaiki nanti. Yang penting, tetaplah berada di aliran. Kuncinya adalah memulai.

Belajar menulis adalah belajar menangkap momen kehidupan dengan penghayatan total yang paling mungkin dilakukan oleh manusia. Menulis itu memahat kenangan dan bisa menyulut inspirasi. Kita menulis karena kita mempunyai tujuan dan misi yang sama: mencerdaskan, memotivasi, dan mendidik masyarakat untuk menjadi lebih baik lagi.

Kita menulis. Karena dengan menulis, suaramu takkan padam ditelan angin, akan abadi, sampai jauh, jauh dikemudian hari. Karena menulis merupakan ruang tak berbatas untuk menuangkan pikiran. Karena menulis itu kegiatan menanam benih kebaikan di hati para pembaca.

Dan jalan seorang penulis adalah kreatifitas. Dimana segenap penghayatannya terhadap setiap inci gerak hidup, ditumpahkan dengan jujur dan total. Seperti orang yang berusaha setia kepada hidup itu sendiri. Salah satu hal yang membuat kita ada.

Oke, sekarang saatnya kamu pergi membeli buku catatan. Dan segeralah menulis.

Muhammad Nuril H.

Salatiga, 12 Februari 2015

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s