Pengalaman Mencuci yang Dilaksanakan oleh Anak Pesantren sejak SMA bahkan SMP

Mencuci pakaian merupakan hal krusial untuk kebersihan dan penampilan. Pakaian yang nggak pernah dicuci akan membuat teman-teman meninggalkanmu karena bau menyengat yang keluar dari pakaianmu. Tulisan ini akan mengulas suka-duka mencuci ala anak pesantren yang akan mengingatkanmu betapa enaknya (enak?) mengurus cucian sendiri di pesantren sejak SMA bahkan sejak SMP. Yuk, kita cek satu persatu!

  1. Bagi kamu yang pada dasarnya emang rajin, baju kotor dikit aja udah langsung dicuci.

xxx

“sayangnya, anak pesantren yang rajin dan konsisten nyuci itu badak bercula satu, langka…”

Kebiasaan yang nggak mudah dilakukan anak pesantren: segera mencuci seragam yang telah dikenakan hari itu dan kemarin. Tapi jika kamu sadar, sebenarnya kegiatan ini  adalah sebuah kebiasaan yang sangat baik jika dapat kamu lakukan secara konsisten, kegiatan sederhana dan menyenangkan ini (menyenangkan?) bisa kamu lakukan sambil mandi dan untungnya lagi, waktu yang kamu perlukan untuk mencuci tidak perlu lama karena baju kotormu yang sedikit, ketika menjemur juga tidak membutuhkan tempat yang banyak.

Jadi cucilah pakaian kotormu yang kamu pakai kemarin di pagi hari, hitung-hitung sebagai  pengganti jika kamu jarang olahraga

  1. Berbeda dengan kamu yang suka menumpuk baju kotor hingga setinggi gunung baru dicuci, itu pun kalau sempat

664xauto-mencuci-baju-jadi-lebih-cepat-ikuti-tipsnya-140524p

Nah, hal yang satu ini adalah hal yang biasa banget dilakukan oleh anak pesantren. Kesibukan dan padatnya jadwal kegiatan pesantren terkadang membuat mencuci menjadi pekerjaan paling berat yang pernah ada dalam hidup, belum lagi jika jatah dari orang tua terbatas untuk kamu gunakan sebagai biaya laundry. Alhasil mencuci pakaian setelah menumpuk dengan bau yang khas menjadi opsi bagi anak pesantren demi efisiensi kerja, waktu, dan fokus. Walaupun agak gimanaaa gitu, pilihan ini dianggap pas dengan kehidupan anak pesantren yang penuh dengan kegiatan pesantren atau mengejar setoran hafalan wajib.

  1. Lupa kalau rendaman baju sudah sehari-semalam di ember itu udah biasa…

61052_1522555556793_1621733854_1260344_2006676_n

Kebiasaan yang paling sering dilakukan anak pesantren adalah merendam pakaian dengan deterjen dalam waktu tertentu kemudian kucek-kucek, bilas dan jemur. Biasanya baju direndam malam-malam biar besok pagi bisa dijemur. Kamu beranggapan bahwa semakin lama merendam, semakin mudah kotoran pergi dari pakaian kotormu. Padahal yang benar hanya butuh waktu maksimal 30 menit untuk merendam pakaian sesuai dengan petunjuk di bungkus deterjen. Hanya saja karena banyaknya aktivitas dan kegiatan, rendaman sering terlupa bahkan hingga seharian penuh. bisa kamu bayangkan tidak enaknya aroma yang keluar dari rendaman itu. Wow, bikin laper deh!

  1. Pagi setelah shubuh kamu susah payah mencuci dan sebelum masuk sekolah kamu jemur di lantai 3 asrama. Namun takdir berkata lain, ditengah KBM tiba-tiba turun hujan.

UyHrWY1Kamu langsung mohon izin ke ustadz untuk menyelamatkan pakaianmu di jemuran. Segera kamu keluar kelas berlari dengan sekuat tenaga menghadapi kenyataan hidup. Setelah sampai asrama ternyata asramamu terkunci. Kamu tak menyerah. Kamu memohon kepada petugas yang bersangkutan untuk membuka gerbang asrama. Gerbang pun dibuka. Sekonyong-konyong kamu berlari ke lantai 3 untuk menyelamatkan jemuranmu yang terancam. Namun, nasi sudah menjadi bubur. Pakaianmu terlanjur basah kuyub. Kamu sedih. Dan akhirnya kamu memutuskan tidak kembali ke kelas. Kamu langsung menuju kamar. Merebahkan tubuh dan menutupi kepalamu dengan bantal. Meratapi nasib yang sedang kamu alami hari ini. Walaupun nyatanya kamu modus aja izin ustad untuk kembali ke kamar biar bisa bolos dan tidur dengan nyenyak ditengah cuaca yang mendukung.

  1. Kalau jemuran telanjur basah kena hujan, mau gak mau esoknya kamu harus pake seragam beda atau pinjem seragam dari temen alias ghosob. Enakan yang mana?

3.7.-Penjaga-jemuran

Suatu ketika setelah kamu bekerja keras untuk membuat pakaianmu higienis kemudian menjemurnya, tak disangka-sangka hujan turun tiba-tiba, alhasil jemuran basah. Dalam kondisi seperti ini kamu ditawarkan dengan 2 pilihan 1) memakai seragam yang berbeda esoknya karena seragammu terlanjur basah 2) meminjam seragam temanmu yang terlihat digantungan tanpa sepengetahuannya. Kalau sudah pinjam, jangan lupa dikembalikan dalam keadaan sudah tercuci ya, biar besok-besok boleh pinjem lagi

  1. Niat mencuci sudah terikrar. Namun deterjen habis dan sikat baju hilang? Solusinya ada pada teman sekamar.

“Broh, ane bagi deterjen sama pinjem sikat baju ya!”

“boleh boleh”

-ternyata kamu salah pake sikat baju. sikat yang kamu pakai bukan sikat baju, tapi sikat kamar mandi-

9665943_orig

Itulah mengapa kita bangsa indonesia mengenal gotong royong. Kalau deterjenmu abis dan kamu gak punya sikat, kamu bisa minta bantuan pada teman sekamar.

  1. Gak ada matahari? Woles broh, itulah mengapa Allah ciptakan untuk manusia kipas angin

fan5

Kecerdikan anak pesantren memang tidak bisa diragukan lagi. Ketika jemuran penuh atau hujan tak kunjung berhenti, menjemur tak perlu lagi membutuhkan panasnya matahari. Kipas angin bisa membantu untuk mengeringkan pakaian yang basah, cukup mengorbankan sedikit ruangan di dalam kamar kemudian arahkan kipas angin ke pakaian basahmu dan tunggulah hingga kering. Kamu bisa menunggu sambil membaca buku atau bisa juga kamu tinggal tidur. Begitu bangun, pakaian kamu telah kering dan siap untuk kamu kenakan. Atau bila dikamar tidak ada kipas angin, kamu bisa menuju kelas kemudian menggantungkan pakaian dengan hanger tepat dibawah kipas angin. Setelah itu kamu hidupkan kipas angin, matikan lampu kelas, tutup pintunya rapat-rapat. Sehingga esok setelah shubuh kamu bisa mengambilnya dalam keadaan kering. Mudah, murah dan cerdik bukan?

  1. Rasa kecewa dan menyesal tidak dapat kamu hindari ketika pakaianmu luntur akibat salah memasukkan pemutih atau tercampur dengan warna lain.

3.6.-sedih-karena-luntur

Salah satu hal yang membuat anak pesantren sedih berhari-hari selain dihukum bagian keamanan adalah pakaian yang luntur akibat kesalahan sendiri, salah memasukkan pemutih maupun tercampur dengan warna lain ketika merendam, menjadi penyebab lunturnya warna pakaianmu. Jubah putih arab atau gamis yang kamu beli dengan menabung seketika menjadi berwarna akibat adanya peci, kaos, maupun baju dalaman yang terselip. Ketika hal tersebut terjadi, kamu tidak bisa menyalahkan orang lain kecuali dirimu sendiri. Solusi buat baju luntur apa? Disimpan dan gak pernah dipakai lagi atau bisa juga dijadikan kain keset agar bermanfaat.

  1. Setelah kering dan waktunya kamu angkat. Disaat itu kamu merasa bangga dan puas dengan kerja kerasmu. Namun…

sad_jon_snow

Setelah kamu cermati ada beberapa pakaianmu yang hilang entah kemana. Disitu kadang saya merasa sedih

  1. Setrika juga setrika sendiri. Kalau gak ada setrika listrik, ditindih pakai buku tebal atau diletakkan dibawah kasur tidurmu juga bisa.

3.8.-menyetrika

Dan ketika semua proses mencuci dan menjemur telah kamu lewati, tiba saatnya untuk melakukan kegiatan pelengkap yaitu menyetrika pakaian. Menyetrika bagi sebagian orang dianggap sebagai kegiatan yang tidak menyenangkan, tetapi jika ditinggalkan jangan heran bila orang disekeliling nyeletuk “baju kamu gak disetrika ya???”. Jika tak ingin malu, mau tak mau kamu harus menyetrika pakaianmu agar rapi dan ketahuan kalo itu sudah dicuci. Tak punya setrika elektronik tidak jadi masalah, kamu masih bisa pinjam teman-teman seasrama. Kalo ternyata kamu masih belom mendapatinya, tenang saja tak perlu khawatir, kamus arab-indonesia al-munawir yang tebal itu bisa kamu jadikan sebagai pengganti setrika. Dilipat dan diletakkan dibawah tempat tidurmu pun juga bisa.

Nah itu dia suka duka mencuci sendiri ala anak pesantren yang terkadang membuat kita ingat akan asyiknya (asyik?) kehidupan masa pesantren dulu. Tidak mencuci bisa mengakibatkan masalah serius, salah satu contohnya adalah turunnya rasa percaya dirimu karena baju kotor yang kamu pakai.

Namun pada akhirnya kamu menyadari bahwa mencuci pakaian merupakan pekerjaan yang mulia, manusia tak mungkin hidup dengan nyaman di dunia tanpa pakaian yang bersih, rapi dan wangi. Nah, kamu juga bakalan mengerti betapa ibumu adalah seorang wanita yang kuat lagi tangguh karena sanggup mencuci pakaian sekeluarga tiap hari kemudian menyetrikanya.

Hidup nyuci!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s