Ayah, Seorang Pria yang Hutang Budiku padanya Takkan Mungkin Terlunasi

“Dua hal yang selalu manusia lalai darinya, kesehatan dan waktu luang”.

Tidak terasa bahwa sekarang usia putramu sudah genap 20 tahun. Orang-orang bilang di usia ini manusia sudah dianggap dewasa dan dituntut untuk mampu hidup mandiri.  Sebagai putra pertama, ada kesepakatan otomatis bahwa suatu hari nanti, aku harus siap menerima tongkat estafet dari ayah untuk merawat dan menjaga keluarga.

Aneh rasanya ketika aku mencoba untuk menulis sebuah tulisan tentang ayah. Lama kusadari meski kita tinggal satu atap, namun seperti ada jarak dan dimensi yang tak terlihat. Membuat ayah dan aku jarang sekali mengobrol santai, seperti layaknya sinetron keluarga yang sering orang lihat di Televisi.

Namun, tahukah engkau ayah, bahwa sebenarnya banyak hal yang ingin kukatakan, banyak hal yang ingin ku tanyakan. banyak hal aku telah belajar dari ayah selama 20 tahun aku hidup bersama ayah.

Sewaktu kecil, aku tidak mengenal ayah dengan baik. Terkadang sifat-sifat ayah membuatku bingung.

tumblr_mxmgqe7iv71qb9uu3o1_500-750x500

Tidak, bukan karena ayah suka mengkonsumsi alkohol atau bermain kartu. Ayah memang jauh dari hal seperti itu. Hanya saja terkadang aku bertanya, bagaimana bisa ayah dengan mudahnya bercanda dengan orang lain sementara tidak denganku. Ayah tak pernah membeli pakaian baru untuk diri sendiri. Sibuk bekerja di hari kerja dan menghabiskan hari libur bukan dengan bersantai liburan tapi dengan kegiatan bertukang. Bila sudah dengan keluarga, kebanyakan yang ayah bicarakan selalu saja berkaitan dengan spritual agama.

Ya, hal-hal tersebut membuatku heran dengan sosok ayah. Apakah ayah sebenarnya robot? Karena selalu bekerja, bekerja, dan bekerja tanpa lelah. Sesaat pernah terbesit dalam pikiran saat aku masih berseragam putih biru.

Ayah tak banyak bicara seperti ibu. Ayah lebih banyak beraktifitas dan bekerja. Memberikan contoh, memberikan teladan

4id5IrE

Semakin dewasa, aku semakin mengerti mengapa ayah sedikit bicara. Ayah lebih sering bekerja dan melakukan aktifitas. Hanya berbicara sesekali bila memang perlu. Aku mulai mengerti bahwa memang, ayah berusaha menjadi orang tua yang teladan yang pantas ditiru. Ayah lebih banyak menjelaskan sesuatu melalui apa yang ayah perbuat. Membiarkanku melihat agar aku bisa mencontoh apa yang ayah perbuat. Ayah harus tahu, ayah berhasil membuatku mengerti

Rutin membeli baju bukanlah hal yang mungkin ayah lakukan. Dari aku lahir hingga sekarang, pakaian-pakaian yang ayah kenakan masih yang itu-itu

father_and_son_reading_i_by_iquitcountingstock-d3580lg-750x1063

Ayah tak pernah mengajarkan keluarga untuk hidup secara hedonis. Salah satu pelaran yang ayah ajarkan adalah bahwa hidup ini harus hebat, yang sederhana itu sikapnya. Bagaimana seharusnya seorang lelaki itu mengatur waktu untuk bekerja keras siang dan malam namun tetap menjadi bagian penting dari masyarakat dan keluarga. Ayah mengajarkan soal menjaga etika, tetap jujur, selalu bersyukur serta menyelaraskan ucapan dengan perbuatan. Itulah yang ayah ajarkan. Bukan bagaimana cara memamerkan apa yang kita punya

Nasehat ayah tak mungkin aku lupa, “Belajarlah menghargai dan mensyukuri apa yang kita punya, nak.”

47d6b7634a1b5-750x500

Bukanlah tipikal ayah, suka membandingkan sesuatu dengan orang lain. Ayah mengatakan bahwa kita harus selalu bersyukur dalam hidup ini. Tak peduli banyak atau sedikit kekayaan yang kita punya, bila kita sehat tanpa cacat dan sakit, maka kita harus bersyukur karena kesehatan itu tak ternilai. Juga ayah tak pernah sekalipun mengajarkan keluarga untuk pergi berfoya-foya. Namun, menggunakan harta yang kita punya di jalan yang Maha Kuasa

Bila ibu salah, ayah tak mungkin berkata kasar apalagi memaki. Ayah mengajariku bagaimana wanita seharusnya diperlakukan

muslim-couple-10

Sesekali ibu pernah melakukan kesalahan, mungkin karena ceroboh. Seperti baju seragam kerja ayah yang belum dicuci, Masakan yang gosong, Rumah yang masih berantakan, STNK motor yang hilang. Namun ayah tidak naik pitam. Sebaliknya ayah malah membantu ibu menyiapkan sarapan, menyapu mengepel lantai rumah. menyelesaikan masalah yang ada dan memberikan solusi. Ya, begitulah ayah mengajariku bagaimana seharusnya wanita diperlukan. Bukan untuk diperintah dan bukan juga dijadikan pembantu. Namun dijadikan seolah-olah sebagai ratu. Bahkan terkadang ayah berhasil membuatnya terlihat begitu romantis.

Walaupun sudah berkecukupan, tak ada keinginan sedikit pun membeli gawai terbaru. Ayah masih saja menggunakan gawai monokrom.

hp samsung murah

Mungkinkah karena ayah tidak mengerti akan teknologi terkini? Bukan. Aku tahu dengan pasti bukan karena alsan itu. Aku tahu ayah tak terlalu peduli secanggih apa gawai saat ini. Karena yang ayah pedulikan hanyalah keluarga dan masa depannya. Ayah tak ingin gagal mendidik keluarga dan anak-anaknya

Seiring aku beranjak remaja, ego sebagai pria sering muncul. Ayah dan aku terkadang punya pendapat yang tak sama

lifestyle-family-photography-storytelling-father-and-son-making-pancakes-05-750x499

Dalam beberapa hal ayah dan aku terkadang berbeda pendapat. Namun bagaimana pun perbedaannya, aku akhirnya sadar. Sebenarnya ayah hanya ingin yang terbaik untuk anaknya. Ayah ingin anaknya punya hidup yang lebih baik. Itulah mengapa ayah menyekolahkanku di pesantren.

Aku telah menyelesaikan studiku di pesantren. Percayalah ayah, aku juga ingin menjadi pria baik-baik seperti ayah. Semua nasehat yang ayah berikan masih aku ingat lekat-lekat. Ayah terkadang bingung dengan keinginanku. Ayah tak bisa memahami apa mauku. Ayah tak harus paham, ayah hanya harus percaya dengan putramu.

Bukan Cuma sekali aku mempertanyakan rasa sayang ayah padaku. Kenapa ayah selalu tenang, tak seekpresif ibu?

Hugh-Jackman-Montblanc-2014-Campaign-004-750x422

Ayah memang tak pernah seekspresif ibu, waktu itu di usiaku yang belum genap dua belas tahun, aku harus pergi jauh dari rumah dalam rangka menuntut ilmu. Waktu itu ibu dengan erat memelukku, mencium pipi kanan-kiriku, sembari sesekali menitikkan air mata. Namun yang kulihat ayah hanya diam. Seolah tak keberatan ditinggal jauh oleh anaknya. Ayah hanya memberikan sebuah pesan yang perlu aku ingat.

“mungkin ayah sebenarnya juga ingin melakukan hal yang sama dengan ibu. Hanya saja ayah ingin menjaga emosi. Ibu yang mewakilinya”

Dibalik segala sesuatu yang ayah lakukan, aku sadar bahwa ayah bertindak seperti itu karena ayah peduli

original-2579-1399306667-3

Engkau adalah seorang ayah yang berbeda dari yang lain. Berbeda karena ayah jarang mengajak anak-anaknya berbicara. Ayah hanya mengajak bicara bila itu diperlukan. Selebihnya ayah bekerja, mengerjakan seusuatu yang bisa dikerjakan. Entah itu memperbaiki atap yang bocor, mebuat kelambu untuk nenek, membuat joglo, atau sekedar mencuci piring meringankan pekerjaan ibu.

Akhirnya aku mengerti, dibalik itu semua aku sangat sadar bahwa ayah sesungguhnya amat sayang kapada kami –aku dan adik-adik. Engkau secara tak sadar mengajarkan kami agar bisa mandiri. Mengajarkan kami apa-apa yang tak kami dapatkan dibangku sekolah maupun kuliah.

Anak lelakimu ini memang belum bisa membahagiakan dan membuatmu bangga. Tapi percayalah ayah, aku tak pernah alpa menyebutmu dalam setiap do’a.

bigstock-Man-Praying-4785565-750x418

Maafkan aku ayah, aku tak bisa menjadi seorang anak yang seperti ayah inginkan, yang bisa memenuhi semua harapan ayah. Di usiaku yang semakin mendekati seperempat abad ini, aku belum bisa menghadirkan kebahagiaan ke dalam keluarga. Aku belum bisa membuatmu bangga.

Namun percayalah ayah, bukan berarti aku tak berusaha, bukan berarti aku tak sayang, bukan berarti aku tak hormat. Yang bisa ku lakukan kini masih sebatas menyebut namamu dalam setiap do’a, memohon kepada-Nya agar Dia senantiasa menjagamu seperti saat kau menjaga-ku disaat aku masih kecil.

Semua pria bisa saja punya anak dan menyebut dirinya sebagai orang tua, akan tetapi butuh mental baja seperti ayah agar bisa menjadi seorang ayah yang hebat. Jadi aku pikir, buat apa mengharapkan pahlawan super kalau sudah punya orang tua yang hebat seperti ayah?

Aku beruntung punya ayah yang selalu memberikan kasih sayang dan perhatian. Aku tak pernah tahu sebesar apa kasih sayang ayah pada anaknya. Ya, seseorang memang tidak akan pernah tahu bagaimana kasih sayang seorang ayah kepada anaknya hingga ia menjadi seorang ayah.

Terimakasih Ayah.

 

 

 

Advertisements

One thought on “Ayah, Seorang Pria yang Hutang Budiku padanya Takkan Mungkin Terlunasi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s