Yang Kecil pun Sangat Berharga

“Pertama, bahwa hal-hal terkecil dalam hidup ini bisa menentukan jalan besar kita di masa mendatang”

-Steve Jobs (1955-2011)-

***

Saya terlahir di kelurga yang saling melengkapi. Ayah saya lebih suka bekerja daripada bicara. Dan ibu saya sebaliknya, lebih suka berbicara daripada bekerja.

Beberapa tahun yang lalu saya ditegur  ayah, ”kalau ibu minta tolong sesuatu. Selalu kerjakan. Kalau memang sudah bisa, terus lakukan sampai terbiasa.”

Saya di tegur karena saya memprotes ibu saya, yang sedikit-sedikit selalu minta dibantu. Hahaha memang begitulah ibu saya, punya cara tersendiri untuk mengungkapkan rasa rindu pada anaknya. Saya sejak SMP memang di sekolahkan jauh-jauh di pesantren sehingga hanya bisa berlibur dua waktu di rumah, ketika libur semester dan libur Ramadhan.

Bukan karena saya tidak nurut apalagi durhaka (amit-amit saya tidak mau jadi batu), tapi ibu saya sering sekali panggil-panggil sehingga saya merasa kurang untuk me-time

“ibu selalu menyuruh ini dan itu biar kamu bisa mandiri nantinya” kata ibu saya.

“aku udah bisa mi.” Balas saya

Ketika kalimat saya itu sampai di telinga ayah, ayah lantas mendudukkan saya di ruang keluarga kemudian menegur dan menasehati saya panjang lebar yang intinya bahwa kebiasaan kerja itu bisa melatih insting kerja seseorang untuk melihat peluang. Melakukan pekerjaan apapun hingga detail-detail terkecil pun itu penting. Dan harus menjadi kebiasaan.

Saya mendengarkan perkataan ayah saya. Selain karena ayah saya, beliau hidupnya juga memang lebih berumur dari saya. Dan saya lebih junior. Saya punya alasan kenapa junior itu ada baiknya mendengarkan perkataan dari senior.

Beberapa hari kemudian, karena alasan tertentu saya searching lewat youtube demi melihat pidato Steve Jobs untuk mahasiswa stanford di hari kelulusan pada tahun 2005. Herannya, pidato yang luar biasa itu hampir sama dengan nasehat ayah saya.

“Pertama, bahwa hal-hal terkecil dalam hidup ini bisa menentukan jalan besar kita dimasa mendatang.”Drop out dari Reed college, jobs justru mengambil kelas-kelas kaligrafi. Dari situlah jobs mendapatkan inspirasi untuk menciptakan font-font indah dan sederhana pada produk-produk apple.

“seandainya saya tidak pernah ikut kelas (kaligrafi) itu, Mac mungkin tidak akan pernah punya banyak typefaces atau font yang proporsional. Dan, karena windows hanyalah mengkopi Mac, kemungkinan tidak ada komputer yang memilikinya. Andai saya tidak pernah drop out, saya mungkin tak pernah mengambil kelas kaligrafi, dan komputer mungkin tak akan memiliki huruf-huruf indah itu.” Begitu kata jobs

***

Ketika SMP saya menjadi bagian dari OSIS. Suatu saat, ketua berencana menerbitkan buletin untuk edisi perdana. Namun, saya tak setuju. Karena saya ingin yang lebih hebat lagi: Majalah. Dengan keraguan kami bersama mencoba menerbitkan majalah perdana. Dan berhasil! Walaupun kami tau ini sangat jauh dari sempurna.

Saya merasa berbangga setelah lulus SMA di pesantren. Saya mengatakan itu karena (alhamdulillah) saya bisa meninggalkan sesuatu yang bermanfaat. Saya bersama teman-teman berhasil membuat majalah sekolah di pesantren. Dan hingga tulisan ini saya unggah di blog, majalah tersebut sudah terbit hingga edisi ke-7. Alhamdulillah.

Majalah ini terbit setiap semester sekali. Majalah sekolah memang terdengar sederhana. Tapi menjadi tidak sederhana bila terbit di sekolah saya. Mengapa begitu? Bayangkan saja tak ada komputer, tak ada internet, tak ada modal, tak ada kebebasan, sedikit waktu, dan yang paling menyakitkan ini: cibiran dari kanan kiri. Hampir mustahil.

Tapi untungnya saya dan tim punya pandangan kacamata kuda, hanya lihat depan tanpa hirau kanan kiri. Selain itu kita punya guru yang percaya dan kita  punya pengalaman. Nah di tim, sayalah satu-satunya yang punya pengalaman  itu. Seandainya saya ketika SMP tidak keras kepala untuk menerbitkan majalah. Mungkin saya dan teman-teman tak akan pernah membuat majalah sekolah.

Poin yang ingin coba saya sampaikan adalah bahwa kita tak seharusnya meremehkan hal-hal kecil dalam hidup kita ini. Bila kita melakukan hal kecil, kita akan melakukannya seolah kita sedang melakukan hal besar. Bila kita melakukan hal kecil, kita akan melakukannya dengan sepenuh hati dan memberikan yang terbaik.

Keputusan kecil yang kita lakukan saat ini bisa jadi akan memberikan perubahan yang besar pada hidup kita. Perbuatan sederhana yang kita lakukan saat ini bisa jadi akan memberikan dampak yang luar biasa pada dunia.

***

Saat ini, tanpa Steve Jobs mungkin Apple masih bisa menciptakan hal-hal yang mengejutkan. Mungkin juga tidak. Entah dari mana barang-barang keren serta ide-ide baru yang memperindah peradaban bakal muncul di masa mendatang.

Tanpa steve Jobs, kini dunia modern seolah menatap jalan kosong entah kemana. Namun siapa yang tahu bahwa karena hal kecil yang anda kerjakan, anda akan menjadi Steve Jobs selanjutnya?

 

 

 

Advertisements

One thought on “Yang Kecil pun Sangat Berharga

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s